Meninjau Hadits Anjuran Berenang, Memanah dan Berkuda (Hadits memanah) | Tafsir Falsafi

Hadits memanah
Hadits berenang, memanah dan berkuda | ceritabumi.com

Hadits Memanah – Dari banyak sumber secara lisan maupun tulisan sering kita dengar tentang hadits nabi SAW yang menganjurkan kita umatnya untuk latihan berenang, memanah dan berkuda, walaupun kualitas hadits-hadits yang membicarakan hal tersebut masih dipertanyakan di kalangan para ahli hadits, tetapi latihan ketiga olahraga ini (berenang, memanah dan berkuda) tetap menjadi trend di kalangan umat islam saat ini, terlebih dikalangan pemuda.

Namun, terlepas dari perdebatan dan perbedaan pendapat tentang anjuran tersebut, ada sebuah pendapat yang bersifat falsafi terhadap anjuran untuk belajar berenang, memanah dan berkuda. Sebagaimana rawayat dan kitab-kitab yang masih utuh hingga saat ini, tafsir falsafi banyak muncul di abad berkembang pesatnya kajian ilmu di dunia islam dulunya, di mana metode ini menafsirkan maksud al quran dan hadis dari segi konteks tersembunyi ayat dan hadits itu sendiri.

Baca juga: 50 Soal Cerdas Cermat Agama Terbaik


Pengertian Hadits/ Tafsir Falsafi

Tafsir Falsafi adalah salah satu Upaya untuk menafsirkan Al quran atau hadits melalui pendekatan atau teori-teori filsafat ataupun ayat-ayat al quran dianggap sebagai justifikasi terhadap pemikiran yang ditulis, bukan sebaliknya.

Dalam permasaalahan ini, maksudnya dari segi menerima atau tidaknya tafsir falsafi, para ulama terbagi ke dalam dua golongan, golongan yang pertama adalah para ulama yang menolak untuk menyatukan agama dengan filsafat, lantaran menurut mereka kedua bidang ilmu tersebut sangat berbeda dan tidak mungkin disatukan.

Sedangkan kelompok yang kedua adalah para ulama yang sangat mengagumi ilmu filsafat, mereka berpendapat bahwa agama dan filsafat adalah dua hal yang berdekatan dan keduanya bisa dipadukan.

Hadits tentang memanah
AA Gym, Memanah dan berkuda | ceritabumi.com

Hadits nabi tentang memanah dan berkuda

Hadits yang terkait dengan perintah ini adalah sabda Nabi:

Persiapkanlah semua kekuatan yg kalian miliki. Ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu memanah”. (HR. Muslim)

Hadits lain yaitu dari Ibn Umar, Nabi bersabda: “Ajarilah anak-anak lelakimu berenang dan memanah, dan ajari menggunakan alat pemintal untuk wanita” (HR. Baihaqy)

Adapun hadits yang berbunyi “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah.”, hadits ini masih diperselisihkan keshahihan haditsnya.

Baca juga: Fadhilah/Keutamaan Shalat Tarawih per malam (Keutamaan Bulan Ramadhan)


Makna Falsafi Hadist Berenang, Memanah dan Berkuda

Adapun salah satu makna falsafi dari hadits tersebut (Anjuran belajar berenang, memanah dan berkuda) yaitu:

Berenang

Hadits berenang
Berenang | ceritabumi.com

Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di dalam air. Berenang biasanya dilakukan tanpa menggunakan perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi ataupun olahraga. Berenang dilakukan biasanya sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air lainnya.

Dalam pembahasan hadits ini, berenang adalah perintah yang pertama, sebelum perintah memanah dan berkuda, rasulullah memerintahkan umat islam untuk belajar berenang, ada pertanyaan menarik yang muncul, bagaimana jika daerah tersebut merupakan dataran yang gersang, kekurangan air, dimanakah tempat yang tepat untuk belajar berenang? Bahkan jika kita membuka literatur sejarah atau mengamati secara langsung, hingga saat ini tempat tinggal Rasulullah SAW (Mekkah dan Madinah) juga merupakan tempat yang gersang dan kekurangan air, dimanakah para sahabat belajar berenang saat itu?

Atas dasar inilah, muncul sebuah pendapat bahwa berenang disini bukan hanya bearti tekstualnya saja, akan tetapi secara kontekstual berenang berarti “bergerak”. Salah satu kunci agar tetap hidup adalah terus bergerak, jika diam akan mati.

Memanah

Hadits memanah gambar
Memanah | ceritabumi.com

Memanah atau Panahan adalah suatu kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah. Dari bukti yang ada menunjukkan bahwa sejarah panahan telah dimulai sejak 5.000 tahun yang lalu yang awalnya digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang menjadi senjata dalam pertempuran dan kemudian sebagai olahraga ketepatan. Seseorang yang gemar atau ahli dalam memanah disebut juga sebagai pemanah.

Nah, memanah itu sendiri dalam pembahasan hadits ini adalah perintah kedua setelah berenang, setelah anjuran berenang atau bergerak, anjuran kedua yaitu memanah itu sendiri. Pertanyaan selanjutnya, apakah keahlian dalam memanah ini masih sangat dibutuhkan hingga saat ini, bila kita mengamati keadaan sekitar, sangat jarang panah digunakan sebagai senjata ataupun alat pelindung diri untuk saat ini, orang-orang sudah beralih menggunakan senjata modern, lantas apa fungsi belajar memanah? Sedangkan kita semua paham, bahwa sabda dari baginda Nabi Muhammad SAW akan terus berlaku hingga akhir zaman.

Ada riwayat yang mengatakan bahwa di akhir zaman nanti semua teknologi tidak bisa digunakan lagi, salah satu imbasnya adalah kita akan kembali menggunakan panah sebagai senjata, namun, hal ini agak sulit dilogikakan untuk saat ini. Sehingga pendapat yang sama muncul kembali bahwa memanah yang dimaksud disini adalah “mempunyai dan mengenai target”, karna hal tersebut merupakan tujuan utama yang harus dicapai dalam memanah.

Berkuda

Hadits berkuda
Foto kuda | ceritabumi.com

Berkuda merupakan sebuah istilah yang mengacu kepada keterampilan menunggangi, mengendarai, melompat atau berlari menggunakan kuda. Penjelasan lebar ini termasuk juga pada penggunaan kuda untuk tujuan kerja, transportasi, aktivitas rekreasi, latihan berseni atau budaya dan olahraga.

Pada waktu transprotasi industry belum ditemukan, kuda adalah salah satu hewan yang sangat sering dipergunakan oleh manusia, kuda sering dipergunakan untuk alat transportasi, mengantar barang dan lain-lain,

Namun, saat ini kuda sangat jarang kita jumpai, hanya ada di tempat-tempat tertentu saja, lantas, “apa harus pergi ke tempat-tempat yang terdapat habitat kudanya untuk belajar menunggang kuda?”, itu mungkin yang terlintas di kepala sebagian orang, lagi pula untuk saat ini keahlian dalam menunggang kuda sudah tidak terlalu diperlukan, untuk perjalanan darat orang-orang sudah menggunakan alternatif seperti mobil dan lain-lain, begitu juga untuk berperang menggunakan kendaraan-kendaraan canggih masa kini. Namun, dibalik kata berkuda secara harfiah, masih dengan pendapat yang sama mengatakan bahwa berkuda bearti “Cepat”, cepat adalah tujuan dari menunggang kuda.

Inilah pendapat secara falsafi terhadap hadits-hadits tersebut, jika dikumpulkan berenang, memanah dan berkuda bearti “terus bergerak dan berusaha dalam hidup, mempunyai target dan berusaha mencapainya, serta bergerak dengan cepat untuk menuju target tersebut”.

Namun, terlepas dari konteks yang dibahas dalam hadits falsafi tersebut, secara tekstual pun tidak ada larangan untuk itu, ketiga hal tersebut juga merupan olahraga yang sangat baik untuk kesehatan jasmani.

Wallahu’alam…

Baca juga: Contoh Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy link
Powered by Social Snap