Resensi Novel Habibie & Ainun Lengkap!

Resensi Novel Habibie & Ainun
Resensi Novel Habibie & Ainun | ceritabumi.com

Resensi Novel Habibie & Ainun – Berikut merupakan sinopsis atau resensi sebuah novel spektakuler “Habibie Ainun” dimana novel ini merupakan buah karya dari bapak BJ Habibie, khususnya untuk mengenang Almh. istrinya tercinta.

1. IDENTITAS NOVEL

Judul                              : Habibie & Ainun

Penulis                          : Bacharuddin Jusuf Habibie

Penerbit                        : PT. THC Mandiri

Tahun Terbit                : 2010

Jumlah Halaman         : 323 Halaman

2. BIOGRAFI PENULIS

Habibie adalah salah satu tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi rakyat Indonesia, Habibie selain dikenal sebagai orang paling cerdas dan ahli pesawat terbang, Ia juga merupakan Mantan presiden ketiga Republik Indonesia.

3. LATAR BELAKANG NOVEL

Habibie & Ainun merupakan karya dari mantan presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie. Buku ini berisi kisah-kisah dan pengungkapan rasa cinta terdalam dari sang profesor kepada almarhumah istrinya yakni Hj. Hasri Ainun Habibie binti R. Mohamad Bestari yang wafat pada tanggal 23 Mei 2010 lalu. Dalam kata pengantarnya, Habibie mengaku jika penulisan buku ini menjadi terapi bagi dirinya untuk mengobati kerinduan, rasa tiba-tiba kehilangan dari seseorang yang telah menemani dan berada dalam kehidupannya selama 48 tahun 10 hari, baik dalam berbagi derita maupun bahagia. Walau pun ia sudah ikhlas tetapi ia tidak bisa membohongi dirinya bahwa ia masih terpukul pasca ditinggalkan sang istri tercinta. Bahkan menurutnya antara dirinya dan Ainun adalah dua raga tetapi hanya satu jiwa.

Tak berlebihan jika Habibie mengatakan saat dirinya menulis buku ini tiap halamannya penuh dengan tetesan air mata. Menurutnya kehadiran Ainun yang telah mendampinginya selama ini, telah menjadi api yang selalu membakar energi semangat dan jiwanya dalam menjalani hidup. Sekaligus laksana air yang selalu menyiram dan meredakan gejolak jiwanya hingga kembali tenang. Sejak sang permaisuri menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Ludwig Maximilian University (LMU) Muenchen, Jerman, Habibie masih merasa jika Ainun tetap berada di sisinya, Setiap ia keluar dari ruang kerjanya, tiba-tiba ia merasa berada pada sebuah dimensi ruang dan waktu yang lain. Sebuah dimensi dimana Ainun belum berpisah ke alam Barzah. Wajah sang istri seperti melekat disetiap sudut matanya, hadir dimanapun Habibie berada. Oleh karena itu, menurutnya hadirnya buku ini telah menutupi kekosongan jiwanya dari hari ke hari, bulan ke bulan mengikuti perjalanan sang waktu.

4. ISI NOVEL

Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun. BJ Habibie, Seorang jenius pakar pesawat terbang, seseorang pemuda yang mempunyai mimpi dan cita-cita yang besar, membuat kendaraan terbang untuk satukan lndonesia. Ainun, seorang dokter muda dengan masa depan yang cerah.Singkatnya kisah cinta dua insan ini dimulai di tahun 1962, pertemuan mereka kembali setelah berpisah sejak bangku SMP, perubahan sosok dari kedua belah pihak saling memukau satu sama lainnya, Habibie yang begitu terpesona melihat sosok dewasa dari Ainun yang semanis gula, begitu juga dengan Ainun yang bukan hanya jatuh cinta kepada Habibie, Ainun juga terpukau dengan Visi dan Mimpi besar Habibie, dari situlah benih cinta mulai hadir, yang kemudian bungkus dengan sebuah pernikahan. Mulailah dua sejoli ini merajut bahtera rumah tangga dengan tinggal di Jerman, sebuah perjalanan cinta sejati, Habibie & Ainun dengan visi dan mimpi yang sama untuk diwujudkan bersama-sama, berjalan ditengan dinginnya hujan salju, diterpa badai-badai kehidupan, godaan dan cobaan. Bagi Habibie Ainun tercipta untuk saya, dan saya tercipta untuk Ainun. Tapi semua itu tak ada yang abadi, selalu ada batas dimana perpisaha itu pasti akan hadir.

Buku ini sendiri baru di luncurkan pada tanggal 30 November 2010 lalu di Jakarta Menceritakan berbagai kisah cinta menarik antara Pak Habibie dan Ibu Ainun. Mulai dari perjumpaan keduanya yang menjadi awal segalanya, keseharian dalam mengarungi bahtera rumah tangga hingga kejadian memilukan tatkala sang takdir Ilahi memisahkan keduanya. Selain itu para pembaca juga akan menemukan beberapa untaian doa dan puisi cinta yang pernah ditulis keduanya.

Buku ini terdiri dari 37 bab. Masing-masing bab nya mengandung hikmah tentang kehidupan dari sang profesor. Gaya ceritanya yang sederhana, menjadikan para pembaca ingin terus menyaksikan apa-apa saja tingkah pola Habibie dan Ainun di belakang layar pentas nasional. Sehingga para pembaca akan menemukan sebuah bacaan yang berbeda. Layaknya sebuah novel, Habibie mampu menyajikan sebuah alur cerita unik dan menawan sehingga begitu lekat dimata para pembacanya. Seperti perjuangan Habibie muda saat mengungkapkan perasaan cintanya kepada Ainun, cerita dibalik pendirian Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), dibalik layar pemunculan dan terbang perdana pesawat buatan anak bangsa N250 Gatotkaca, hingga suasana duka kepergian sang istri tercinta serta beragam kisah lainnya yang rugi jika terlewatkan. Semoga hadirnya novel ini bisa menjadi refleksi atau pelajaran serta inspirasi bagi kita semua. Serta mampu memenuhi dahaga warga Indonesia yang ingin mengetahui fakta sejarah dari kehidupan sang profesor, hingga mampu dicatat dalam sejarah bangsa ini.

Secara umum, kisah yang ditulis Pak Habibie ini bercerita semua hal tentang Ibu Ainun, mulai dari pertemuan pertama mereka hingga detik-detik maut memisahkan cinta keduanya. Kisah ini sangat inspiratif. Tentang cinta yang tulus dan sederhana. Sebenarnya, Ibu Ainun dan Bapak Habibie saat SD, bersekolah di tempat yang sama. Hanya saja pada waktu itu, ia belum merasakan getar cinta. Alih-alih suka, ia malah terkesan suka mengejek Ibu Ainun yang dianggapnya berkulit gelap. Pak Habibie bahkan menjuluki ibu Ainun dengan sebutan Gula Jawa. Meski suka menjahili lbu Ainun muda, namun semua guru selalu menjodohkan mereka meski hanya terkesan sebagai ejekan. Rasa cinta bapak Habibie pada ibu Ainun justru baru lahir pada saat mereka dipertemukan di waktu lain, dimana mereka berdua telah dewasa. Saat ini, Fanny, adik bapak Habibie mengajaknya berkunjung saat hari raya ke kediaman keluarga Ibu Ainun. Saat pertama kali melihat Ainun, bapak Habibie langsung bergetar hatinya. Cinta bapak Habibie tersebut disambut oleh ibu Ainun. Dalam waktu yang singkat keduanya sepakat untuk menikah. Perjalan selanj utnya, bapak Habibie dikisahkan memboyong lbu Ainun kembali ke Jerman. Di sinilah perjuangan mereka dimulai. Bapak Habibie merintis karirnya dari nol. Namun berkat kegigihan dan sokongan cinta dari Ibu Ainun, mereka berhasil melalui masa-masa sulit yang menguras tenaga juga emosi.

Pada akhirnya bapak Habibie terus memperlihatkan prestasi yang membuat ia dikagumi banyak orang di Jerman. Kisah di dalam buku ini juga menyisipkan nilai nasionalisme. Bapak Habibie bercerita mengenai kepeduliannya pada bangsa, hanya saja beberapa kendala politik dan intriknya membuat bapak Habibie kapayahan. Namun, berkat niatnya yang tulus, ia kemudian berhasil menjadi orang Nomor 1 di Indonesia. Kisah ini sebenarnya tidak fokus pada bagaimana Pak Habibie memimpin Indonesia, tetapi seberapa kuatnya ibu Ainun mendampingi beliau yang sangat sibuk. Perannya sebagai Istri dan juga Ibu Negara dijalankan dengan baik. Meski beliau susah menemukan waktu untuk bercengkrama dengan Bapak Habibie.

Kisah manis ini kemudian ditutup dengan kematian ibu Ainun akibat kanker yang dideritanya selama bertahun-tahun. Salah satu kisah paling mengharu biru dalam buku ini adalah pada saat ibu Ainun hendak dioperasi. Biasanya pak Habibie selalu datang menjenguknya di waktu yang sama. Hanya saja karena hari itu Ibu Ainun menjalani Operasi, Bapak Habibie tidak diperkenankan masuk ruangan tempat ibu Ainun dirawat. Hal ini kemudian mengguncang jiwa bu Ainun. la menangis sedih, karena ia berpikir ada hal buruk yang membuat suaminya belum datang. Ibu Ainun, wanita penyabar tersebut, masih mengkhawatirkan suaminya meski faktanya ia tengah sekarat. Begitulah cinta yang selalu belajar untuk tulus.

5. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NOVEL

Kelebihan:

Buku ini membawa kita seakan-akan berada di posisi penulis sendiri yaitu pak BJ Habibie, juga rasa nasionalisme kita nantinya akan muncul dengan membaca novel ini.

Kekurangan:

Di dalam buku ini pak BJ Habibie menggunakan kata-kata yang berbentuk curhatan, sehingga terkadang bahasanya membuat bingung di beberapa alur cerita.

6. KESIMPULAN

Buku ini sangat layak untuk Anda baca. Cerita dalam novel ini sangat mencerminkan sang penulis, yaitu pak Bacharuddin Jusuf Habibie. Isi novel tidak hanya menceritakan kisah cinta, tetapi perjalanan hidup sang penulis. Buku ini mengajarkan beberapa hal yang penting di kehidupan kita, yaitu kita diajarkan arti sebuah cinta sejati yang jarang dimiliki suatu hubungan, mengajarkan kesetiaan kepada pasangan, menggugah kita menciptakan sesuatu, membangun rasa nasionalisme yang sudah tidak ada di jaman sekarang, serta membangkitkan semangatjuang untuk berguna bagi semua, untuk bangsa. Pembaca ikut merasakan kisah yang terjadi di buku ini.

Latar tempat menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca. Sungguh cerita yang sangat menginspirasi. Walaupun gaya bahasa pak Habibie agak sedikit sulit untuk dipahami tetapi tidak menjadikan buku ini bosan untuk dibaca.

Bagi penggemar tokoh Habibie novel ini sangat cocok menjadi pilihan dan novel ini dapat dibaca oleh setiap kalangan, terutama remaja. Dijamin buku ini akan membuat pembacanya terinspirasi dan membangkitkan jiwa nasionalisme. Selamat membaca!

Lanjut baca:

Resensi Novel Hijabers In love Lengkap!

Le Grand Voyage review, a great islamic movie! | A Short Review

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy link
Powered by Social Snap