Download Teks Syarhil Quran Terbaru| Teks Nasional| MTQ Nasional

Teks Syarhil Quran
Teks Syarhil Quran Terbaru | ceritabumi.com

Teks Syarhil Quran – kali ini saya akan mempublish 3 Teks Syarhil Quran terbaik (bisa didownload) dimana teks ini pernah digunakan untuk perlombaan Musabaqah Syarhil Quran tingkat Nasional.

Tapi sebelumnya akan dijelaskan sedikit pengertian dari Syarhil Quran itu sendiri.


Pengertian Musabaqah Syarhil Quran

Musabaqah Syarhil Quran merupakan salah satu cabang perlombaan yang diperlombakan dalam MTQ, syarhil quran ini konsep dasarnya adalah ceramah, yang disampaikan oleh tiga orang (Pensyarah, Tilawah dan sari tilawah).

Baca juga: Contoh Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa


Teks Syarhil Quran Terbaru

Download teks Syarhil quran
Contoh Teks Syarhil Quran | ceritabumi.com

1. Melestarikan Lingkungan Hidup Perspektif Al-Qur’an

الحمد لله الذي خلق السماوات والأرض وأنبت فيها من كل شيئ موزون. والصلاة والسلام على النبي المصطفى وعلى أله وأصحابه أئمة الهدى

Dewan hakim dan hadirin yang kami banggakan…

World resource institute, sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang lingkungan memcatat bahwa Indonesia memiliki 10 persen dari hutan tropis di dunia. Hutan Indonesia didiami 12 persen spesies binatang mamalia, 16 persen spesies binatang reptile dan ampibi. Lebih dari 1500 spesies burung dan perairannya di didiami 25 persen dari spesies ikan dunia. Akan tetapi, hutan Indonesia menyusut degan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan. Penebangan hutan yang tekterkendali kebakaran hutan yang tidak taratasi Menyebabkan terjadinya penyusutan hutan tropis secara besar-besaran. Bahkan Indonesia tercatat sebagai wilayah degan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia.

            Persoalan tersebut hanya sebagian dari krisis lingkungan yang kita alami. Serangkaian bencana alam yang membahayakan biosfer dan ekosistem makhluk hidup, gempa bumi yang melanda, tsunami yang menghempas, gunung meletus memuntahkan lahar, banjir dan tanah longsor, merupakan fenomena yang akrab degan penduduk bangsa Indonesia. Sementara itu, secara global telah terjadi krusakan yang telah mengkhawatirkan, mulai dari kerusakan lapisan ozon, pemanasan global, efek rumah kaca, mencairnya es kutub, perubahan ekologi, dan berbagai bencana di berbagai belahan dunia. Bahkan belakangan ditemukan kasus pulau yang lenyap dari peta dunia karena naiknya permukaan laut diiringi kepunahan spesies binatang tertentu.

Bila kondisi ini tidak mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak termasuk dari kita semua, maka kerusakan lingkungan semakin parah yang pada gilirannya akan berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup umat manusia sebagai pewaris alam semesta dan segala isinya.

Oleh karena itu, izinkan kami pada kesempatan kali ini untuk menyampaikan sebuah syarahan yang berjudul:


MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

Sebagai landasan mengawali syarahan ini mari kita degarkan lantunan kalam ilahi surat Al-hijr ayat 19-20 yang akan di bacakan oleh qoriah kami berikut ini.

وَالأرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ. وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ

 

Artinya: “Dan kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan(kami menciptakan pula)makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.(QS. Al-hijr ayat 19-20)

Dewan hakim dan hadirin yang kami muliakan.

prof.Dr.Muhammad.Quraish shihab dalam kitab Tafsir Al-Misbah volume 7 halaman 111,menuliskan bahwa Allah menumbuhkembangkan bumi degan aneka ragam tanaman untuk kelangsungan hidup manusia. Allah menciptaan bumi seakan akan-terhampar,sehingga mudah didiami manusia dan memanfaatkan degan bercocok tanam diatasnya. Diciptaka-Nya pula jurang-jurang yang dalam, dialiri sungai-sungai kecil,kemudian bersatu menuju samudera luas. Di ciptakan-Nya pula di atas bumi itu gunung-gunung yang menjulang ke langit, di hiasi oleh aneka ragam tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang menghijau, yang menyenangkan hati orang-orang yang memandangnya.

Pada ayat 20 Allah menerangkan tentang anungrah yang tidak terhingga kepada manusia, yaitu diciptakanya bermacam-macam keperluan hidup bagi manusia. Allah ciptakan tanah yang subur,Allah ciptakan air yag dapat di minum dan menghidupkan tanam-tanaman, Allah jadikan laut yang di dalamnya hidup bermacam-macam jenis ikan yang dapat di makan serta mutiara dan barang-barang yang tak terhingga harganya.kesemua ini Allah ciptakan secara berkeseimbangan.

Prof.dr.Muhammad Quraish Shihab dalam kitab tafsir Al-Misbah volume 7 halaman 78 menjelaskan bahwa. Allah SWT menciptakan semua makhluk saling kait-mengait. dalam keterkaitan itu lahir keserasian dan kesimbangan dari yang terkecil hingga yang terbesar dan semua tunduk dalam pengaturan Allah SWT.

Bila terjadi gangguan pada keharmonisan dan keseimbangan itu, maka akan terjadi kerusakan, yang pasti berdampak pada manusia baik yang merusak maupun yang merestui kerusaka itu.  Keseimbangan dan keserasian alam semesta dan segala isinya Allah warisi kepada manusia untuk kemudahan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan degan mendapatka berbagai manfaat, maka anugrah besar ini harus di jaga dan di pelihara yaitu degan menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Namu hadirin yang mulia, fenomena kerusakan alam tampak nyata dihadapan kita seperti pemanasan global,kemarau panjang dan kekeringan,menyebarnya hama kematian,banyak spesies hewan yang punah,gunung berapi memuntahkan lahar,gempa bumi yang berskalaliter tinggi. Ini semua sebagai tanda dari kerusakan keseimbangan sehingga terjadi ketidak harmonisan alam.

Prof.dr.Yusuf Al-Qordawi dalam kitabnya Ri’ayatul bi-ati fi syari’ati islam menjelaskan bahwa,

إن تصرفات الإنسان منحرفة هي السبب الأول وراء ذلك

Perilaku manusia yang menyimpang terhadap lingkungan adalah faktor utama kerusakan lingkungan itu sendiri. Hal ini telah di tegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surah Ar-rum ayat 41 sebagaimana yang akan dilantunkan oleh qoriah kami berikut ini:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya:”Telah terjadi kerusakan di darantan maupun di lautan disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian(akibat) perbuatan mereka, agar merekakembali(ke jalan yang benar).

Al-‘asfahani menjelaskan sebagai sebagai mana yang di kutip oleh prof.dr.Muhammad Qurash shihab dalam tafsir Al-Misbah volume.11 halaman 76 menjelaskan bahwa kata Al-fasad pada ayat diatas keluarnya sesuatu dari keseimbangan  baik sedikit maupun banyak.

Ayat diatas menyebutkan darat dan laut sebagai tempat terjadinya Al-Fasat, berarti daratan dan lautan sebagai arena terjadi kerusakan.juga berarti daratan dan lautan itu sendiri yang rusak.

Al-Alusi dalam tafsirnya ruhul Ma’ani jilid 21 halaman 47 menafsirkan bahwa kata alfasad pada ayat di atas degan arti kekeringan,kematian makhluk hidup, banyak terjadi kebakan lahan serta banyak terjadinya bencana dan malapetaka. ketidak seimbangan serta kekurangan manfaat sehingga menimbulkan banyak ikan yang mati hasil laut berkurang, daratan semakin panas sehingga terjadi kemarau panjang. Al-hasil keseimbangan lingkungan menjadi kacau.

Secara ekslisit, ayat ini menegaskan bahwa kerusakan di muka bumi di sebabkan oleh tangan manusia. Bencana yang datang silih tangan manusia yang ekploitasi alam tanpa diiringi upaya menjaga kelestarianya. Ke angkuhan tangan-tangan manusia yang berlindung di balik dalih sains dan teknologi telah mengikis habis keramahan alam, sehingga yang tampak adalah krisis lingkungan, folusi dan malapetaka atomik, menipisnya lapisan ozon di atmosfer, banjir yang menyebarkan wabah penyakit, erupsi gunung yang menelan korban jiwa, dan kebakaran hutan yang mengakibatkan kerugian ekonomi.

Prof.dr.Yusuf Al-Qordawy dalam kitabnya Riiayatul biiati fi syari’atil islam mulai halaman 234-240 menawarkan langkah-langkah soluif dalam usaha menjaga kelestarian hidup agar tidak semakin parah tingkat kerusakannya:

1.memberi kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan besarnya dampak bahaya bagi kelangsungan hidup manusia apabila terjadi kerusakan lingkungan hidup.

2.mendidik para generasi yang akan mewarisi lingkugan ini akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup.

3.membuat perundang-undangan dan peraturan yang di sertai degan hukuman bagi pelaku perusak lingkungan.

4.menjalin kerja sama antar berbagai negara dan institusi serta lembaga dalam upaya menjaga kelestarian hidup.

Dewan hakim dan hadirin yang kami hormati

Berdasarkan uraian ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa:

  1. Melestarikan lingkungan hidup merupakan keniscayaan, yang di perintahka oleh Al-Qur’an dan semua ini tunduk dalam pengaturan Allah SWT. Demi tercapainya kemaslahatan, keseimbangan, keharmonisan, kelangsungan hidup umat manusia dan seluruh makhluk yang berada di dalam alam semesta ini.
  2. Terjadi kerusakan di muka bumi merupakan fenomena yang lahir dan nyata di hadapan mata kita yang di sebabkan oleh perilaku tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, rakus, semena-mena dan memperturutkan hawa nafsu mereka. Rusak lingkungan bukan fenomena alam bukan pula terjadinya tanpa sebab dan alasan. Namun kerusakan itu mutlak tangan manusia.

Inilah yang dapat kami sampaikan mengakhiri syaraha ini kami persembahkan sebuah pantun:

 

                                            والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

DOWNLOAD TEKS MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP PERSPEKTIF AL-QUR’AN


Teks Syarhil Quran Nasional
Teks Syarhil Quran Nasional | ceritabumi.com

 

2. Membangun  Etos Kerja Dalam Memajukan Bangsa

          

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله الذى علّم بالقلم، علّم الإنسان ما لم يعلم. اللّهمّ صلّ وسلّم وباركْ على محمدٍ سيّد العرب والعجم وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بدين الإسلام، أمّا بعد.

Dewan Hakim dan Hadirin Yang Kami Muliakan

Indonesia adalah negara tropis yang subur didataran khatulistiwa. Negara kita memiliki kekayaan sumber daya mineral dan geologi yang melimpah untuk membangun bangsa. Sehingga Quraisy Shihab mengibaratkan Indonesia, laksana sekeping tanah syurga yang dihamparkan di persada nusantara.

Penduduk Indonesia yang sudah melebihi 254 juta jiwa merupakan potensi sumber daya manusia yang sangat strategis bagi pelaksanaan pembangunan bangsa menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera. Kondisi ini dapat diwujudkan bila dilakukan dengan etos kerja yang tinggi. No Process Without Sweat, ”tidak ada keberhasilan tanpa keringat”.

Namun, secara kasat mata kita melihat negara Indonesia masih mundur, kehidupan rakyat belum makmur, pembangunan bangsa Indonesia masih tersungkur. Sumber daya alam yang kita miliki belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh bangsa kita. Perekonomian, sosial, budaya, politik, saints dan teknologi, masih dicengkeram oleh bangsa lain. Kita menjadi bangsa yang sangat tergantung kepada mereka, bahkan kita terkesan menjadi budak mereka. Inilah kondisi ril bangsa kita dewasa ini.

Atas dasar inilah tergugah hati kami untuk menyampaikan sebuah syarahan yang berjudul:


MEMBANGUN ETOS KERJA DALAM MEMAJUKAN BANGSA”

Sebagai landasan utama mari sama-sama kita mendengarkan firman Allah dalam al-Qur’an, surah al-Qashas ayat 77:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu yaitu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan dunia, dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. [QS. al-Qashas (28): 77]

Dewan hakim dan Hadirin yang kami hormati

Ayat tersebut diawali dengan kalimat WABTAGHI Secara semantic, (الواو)  عاطف واو  (IBTAGHI) فعل الامر  Istinbatnya  الأصل في الأمر للوجوب Pada dasarnya suatu perintah adalah wajib. Oleh karena itu, wajib bagi kita semua terus berusaha dan bekerja mencari berbagai anugrah Tuhan, baik untuk kebahagian hidup jangka panjang maupun jangka pendek demi kemajuan dan pembangunan bangsa.

Baca juga: 25+ Contoh Sambutan Ketua Panitia Keren, Berbagai Acara Lengkap!

Hadirin sebangsa dan setanah air yang kami cintai

Dalam TAFSIR AL-QURAN AL-‘AZIM, karya Al-Hafizh ‘Imaduddin, Abul Fida’ Isma’il bin Umar bin Katsir, Jilid ke-3 halaman 506, beliau menjelaskan  bahwa kita diberikan kebebasan oleh Allah dalam bekerja untuk mendapatkan anugerah-Nya dan berbagai nikmat yang Allah sediakan untuk hambanya. Setiap nikmat yang diperoleh harus disyukuri dan dimanfaatkan untuk menambah ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Disinilah lahir motifasi dan semangat kerja seorang muslim yang melahirkan etos kerja yang tinggi.

Ayat tadi mengajarkan kita agar dapat bersaing dengan kualitas Sumber daya manusia yang tinggi. Hanya dari sumber daya manusia yang berkualitastinggilah dapat mempercepat pembangunan bangsa. Jumlah penduduk yang besar, apabila tidak diikuti dengan kualitas yang memadai, hanyalah akan menjadi beban pembangunan. Untuk membangun bangsa, kualitas sumber daya manusia dan etos kerja yang tinggi merupakan prasyarat mutlak agar kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat dapat diraih sekaligus.

Rasulullah SAW. telah memberikan motifasi kepada kita dalam meningkatkan sumber daya manusia dan etos kerja yang tinggi, Rasul bersabda:

اعمل عمل امرئ يظن أن لن يموت أبدا، واحذر حذر امرئ يخشى أن يموت غدا (رواه البيهقى عن ابن عمر)

Kerjakanlah seperti kerjanya orang yang mengira akan hidup selamanya. Dan waspadalah seperti akan mati besok. (HR. al-Baihaqi dari Ibnu ‘Umar)

Dewan hakim dan Hadirin para pemuda yang kami banggakan

Rasulullah SAW. telah sukses menyebarkan agama Islam, yaitu membangun generasi cemerlang, generasi dengan sumber daya manusia berkualitas dan etos kerja yang tinggi. Generasi yang memiliki kekentalan ’akidah, kekuatan iman, kemuliaan akhlak, dan daya juang yang tinggi dan hebat. Seperti  Abdurrahman bin ’Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Abul ’Ash bin Rabi’ dan para shahabat lainnya.

Rasulullah dan para shahabat telah berhasil melahirkan umat terbaik pada masanya. Inilah model pemimpin yang patut kita jadikan sebagai pedoman dalam bekerja dan menghiasi diri degan kinerja yang terbaik agar tertanam dalam jiwa kita untuk bekerja dan bekerja demi bangsa.sebagai mana dalam Al-Qur’an surah At-taubah ayat 105:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: dan katakanlah, “bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaaan kamu itu dan akan di kembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghoib dan yang nyata, lalu di berikan-nya kepada mu,apa yang telah kamu kerjakan”.

Dewan hakim dan hadirin yang kami muliakan

            Dalam ayat ini Allah menegaskan kepada kita semua agar giat bekerja, berusaha dan berkarya yang di isyaratkan dalam kalimat (“اعملوا ماشئتم“ )berkaryalah kamu sesuai dgan skill masing-masing, demikian penafsiran Ali Ashabuni dalam shofwatut Tafasir. Kita kaji lebih mendalam, dalam ayat tersebut terdapat kalimat (اعملوا) secara semantik merupakan sighat amar,

Berkaitan erat degan hal tersebut, prof.Dr. Quraish shihab menjelaskan, secara eksplisit ayat tadi mengandung suatu perintah kepada kita semua yaitu, kita harus memiliki mental baja dan meningkatkan etos kerja dan sumber daya manusia yang tinggi, kita harus mampu memanfaatkan waktu kita sebaik-baiknya tanpa membagikan sedetikpun kepada kelalaian dan jagan pernah kita lupa bedoa kepada Allah, sebab manusia hanya wajib berusaha, Allah lah yang menentukan hasilnya.

Hadirin jika sikap tadi telah menghujam di dalam qalbu, tertancap dalam sanubari, bangsa itu pasti akan memiliki sumber daya manusia dan etos kerja yang tinggi degan inilah bangsa kita akan maju.

Pepatah barat megatakan “many great man starter from the newspaper boy” banyak orang yang sukses mengawali karirnya hanya degan berjualan koran. Bukan jualan korangnya yang kita pandang, tapi otos kerjanya yang harus kita teladani, sebab apapun pekerjaannya jika diiringi degan etos kerja yang tinggi maka pekerjaan itu akan membawa kepada kesejahteraan, walaupun pekerjaan itu hanya menjual koran.

Hadirin, dalam mengimplementasikan ajaran islam tentang etos kerja, pemerintah republik Indonesia telah mencanangkan semboyan “AYO KERJA” pada dirgahayu kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 Agustus 2015 yang lalu.  

Dr. Ismail Sabri Abdullah, seorang pengamat dunia ketiga menjelaskan bahwa umat islam saat ini termasuk bangsa Indonesia adalah umat terbelakang, umat terlemah, jauh dari bangsa-bangsa lain, kita jauh tertinggal oleh Amerika yang Atheis, kita jauh tertinggal dari Rusia yang Komunis, kita jauh tertinggal oleh Korea yang Kontusionistaosis, bahkan jauh tertinggal oleh Jepang dan China yang Budhis Taosis. Kenapa mereka bisa maju, sementara kita umat islam tertinggal? Jawabanya karena mereka memiliki sumber daya manusia dan etos kerja yang tinggi, sedangkan kita masih dililit degan mental-mental statis, pesimis dan pengemis. Hadirin apakah kita ingin di katakan mental pesimis?

Oleh karena itu,Wahai umat Islam, wahai Bangsa Indonesia, Wahai para pemuda, bangkit dan bangkitlah, songsonglah masa depat ini degan giat berusaha, mari tinggalkan bermalas-malasan, isi masa muda kita degan giat berprestasi. Ingat! Insan pemalas tidak akan pernah merasakan manisnya madu. Tapi akan tenggelam dalam pahitnya empedu.

Dewan Hakim dan hadirin yang berbahagia.

Dari ayat dan hadits pada syarahan tadi dapat kita simpulkan bahwa:

  1. Etos kerja merupakan sikap kepribadian yang melahirkan sikap selalu obsesif, kreatif, meningkatkan produktifitas yang tinggi, selalu ingin berbuat sesuatu yang penuh manfaat, dan sebagai manifestasi dari Iman dan amal shaleh.
  2. Kualitas Sumber Daya Manusia yang tinggi amat dibutuhkan agar manusia dapat bersaing dan melakukan peran sebagai pelaksana yang handal dalam proses pembangunan di era industry sekarang ini.
  3. Sasaran pembangunan harus diarahkan kepada pembangunan manusia paripurna, beriman, berkualitas dan kerja keras, karena pada manusialah terletak kekuatan pembangunan yang sesungguhnya.

Semoga Dengan etos kerja yang tinggi dan kualitas Sumber Daya Manusia yang handal, bangsa kita akan sanggup bersaing dan sejajar dengan bangsa-bangsa yang sudah maju, bangsa kita akan jaya, rakyat kita akan sejahtera dibawah lindungan dan ampunan Allah SWT. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

DOWNLOAD TEKS MEMBANGUN ETOS KERJA DALAM MEMAJUKAN BANGSA


Teks MTQ
Musabaqah Syarhil Quran | ceritabumi.com

 

3. Peran Keluarga Dalam Membentuk Generasi Yang Qur’ani

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله الذي جعل الفتى قوة شديدا والصلاة والسلام على النبي المصطفى وعلى أله وأصحابه أهل الصدق والوفى…أما بعد

 

Dewan hakim yang arif dan bijaksana. Hadirin generasi qur’ani yang kami hormati…

“Keluarga merupakan potret miniatur sekaligus cerminan dan tatanan sebuah masyarakat. Bila keluarga baik, maka akan baik pula masyarakat dan bangsa tersebut. Sebaliknya hadirin, jika institusi keluarga rusak, rumah tangga hancur, maka ini merupakan isyarat awal dari kehancuran sebuah bangsa”. Demikian ungkapan syeikh ‘Aidil Fathi’ Abdullah dalam karyanya “ buyutuna kama yajibu an takuna

Ungkapan tersebut mengambarkan betapa penting peran keluarga dalam membangun sebuah bangsa, jika kita mengingikan bangsa yang baik, maka bangunlah keluarga yang islami, rumah tangga yang qur’ani, figur ayahanda yang bijak dan berwibawa serta sosok ibunda yang lembut dan penyantun. Namun seiring perkembangan zaman, keluarga tidak lagi dibangun atas dasar cinta dan iman, namun atas dasar nafsu dan kepalsuan, rumah tangga yang kita harapkan menjadi madrasatul u-la justru menjadi tempat persingahan semata. Oleh sebab itu, tidak mustahil rumah tangga yang seperti ini akan melairkan generasi perampok, penjilat, para koruptor, serta sampah masyarakat yang pada akhirnya akan meruntuhkah istana bangsa.

Prihatih kami atas dasar tersebut, tergugah hati kami untuk menyampaikan sebuah syarahan yang berjudul:

PERAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK GENERASI YANG QUR’ANI”

Degan rujukan surah An-Nisa’ ayat 9:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا 

Artinya: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya maninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Hadirin, para pemuda harapan bangsa .Para pemudi, harapan pertiwi

Menurut imam Ath-Thabari dalam tafsir jaami’ul Bayyan, Fakhruddin ar-Razi dalam tafsir al-Kabir serta mayoritas pakar tafsir lainya mengatakan bahwa ayat tadi hanya di tunjukan kepada orang tua yang telah lanjut usia, sakit-sakitan serta memiliki tanda-tanda kematian. Namun menurut Muhammad Sayyid Thanthawi dalam tafsir al-Wasith, ayat ini merupan peringatan kepada semua orang untuk khawatir, cemas dan takut untuk meninggalkan generasi yang lemah. Lebih lanjutnya hadirin, pakar tafsir Indonesia berdarah Arab, Muhammad Quraish Shihab, mengatakan bahwa (     ضعافا    ) bermakna lemah harta.

 Namun jika kita kaji lebih mendalam, bukankah karna lemah ekonomi, lemah harta, anak-anak, remaja dan generasi muda tidak berpindidikan? Akhirnya lahirlah kebodohan,  keterbelakangan, buta huruf, tidak faham agama, lebih tragis, anak-anak tidak pernah mengenal Al- Qur’an.

Menurut data statistik tahun 2014, indonesia yang mayoritasnya muslim dan fanatic dengan keislamanya, namun 75% generasinya tidak mampu membaca Al-Qur’an, fakta tersebut cukup memalukan, mengkhawatirkan, bahkan mencemaskan kita. Hadirin, disadari atau tidak ini merupakan rencana awal barat dalam menjajah dunia islam, perdana menteri Victoria, pernah bepidato di depan parlemennya: “Apabila kita ingin mengalahkan Negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim, maka yang paling utama harus dilakukan adalah menjauhkan mereka dari Al-Qur’an supaya mereka buta terhadap kandungannya. Sebab, hanya dengan itu kita akan berhasil menaklukan mereka. Selama mereka berpegang teguh pada Al-Qur’an , selama itu pula kita tidak akan sanggup mengalahkan mereka.

Oleh sebab itu, keluarga sebagai madrasah pertama umat islam, bekewajiban untuk mndidik, mengarahkan dan mengajarkan anak-anak Al-Qur’an. Sebagaimana di katakan dalam ungkapan Arab:

البيت المدرسة الأولى

Rumah merupakan sekolah utama, jika di persiapkan degan baik, maka akan melahirkan para remaja sebagai generasi yang kuat. Lantas bagaimana menciptakan generasi qur’ani?. Dalam surah at-tahrim ayat 6 sebagaimana yang di bacakan qariah kami berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُون

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharahlah dirimu dan keuargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang di perintah-nya kepada mareka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahnya.

Hadirin para calon penghuni syurga

            Ketika ayat ini turun Umar bin Khatab bertanya kepada baginda Rasulullah saw: “ya rasulullah, kami telah menjaga diri kami, tapi bagaimana menjaga keluarga kami?”

Lantas rasulullah menjawab: Engkau cegah  mereka dari larangan Allah dan menyuruh keluargamu kepada perintah sang rabbul Alamin.

Lebih lanjut hadirin, imam Ali Ash-Shabuni dalam tafsir shafwantafasir menjelaskan bahwa : jagalah dirimu dan periharalah istri-istrimu dan anak-anakmu dari siksaan neraka yang pedih, degan cara memerintahkan mereka untuk meninggalkan maksiat, mengerjakan ketaatan serta mendidik dan menanamkan Al-Qur’an dalam jiwanya. 

            Degan demikian, ayat tadi merupakan landasan filosofis bagi orang tua dalam menjaga, membimbing dan mengarahkan anak-anaknya. Sebab itu, Dr.Ashli al-Muntaqo dalam kitabnya “kaifa nusaa ‘idul Abna’ ‘Ala Qiyamihimul khuluqiyyah” mengatakan bahwa: anak-anak memang butuh materi,anak-anak juga memerlukan tarbiyyah jasmaniyyah, namun,mereka jauh lebih memerlukan tarbiyah islamiyah, rabbaniyyah dan qur’aniyyah.

            Sejarah telah membuktikan, bukankah orang seperti Alfredo Timoti, seorang mafia kelas kakap dunia, Jhonson the Lion Boy, seorang La Cosa Nostra Amerika, Kazuo Nomigaki seorang Yakuza Jepang, serta Lee Tiger Lee, seorng preman Hongkong, mereka telah menciptakan keonaran dunia, membajak pesawat, menjadi gembong narkoba, memperjualbelikan wanita, ternyata mereka adalah sosok anak-anak muda yang terlahir dari rahim para ibunda yang tak betah di rumah, hidup dalam kemegahan, bergelimang harta, namun tak penah tersentuh kasih sayang orang tua.

Sebaliknya, Muhammad bin Idris atau Imam Syafi’i, tumbuh dari keluarga yang sederhana di besarkan dalam kondisi yang pas-pasan, namun degan kasih sayang  dan tarbiyyah quraniyyah mengantarkan beliau sebagai tokoh dan ulama besar dalam peradaban islam.

Tidak salah jika salah satuu hadisnya Rasul berujar:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو يمجسانه أو ينصرانه .رواه البخاري ومسلم

 

Setiap anak yang di lahirkan dalam keadaan fitrah, maka orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, maupun Majusi.

Hadirin yang kami muliakan…

Akhir dari syarahan tadi dapat kita simpulkan:

Keluarga merupakan benteng utama umat islam, jika kita mendambakan masyarakat yang taat, umat yang hebat, bangsa yang kuat, maka mari ciptakan keluarga-keluarga yang sakinah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, manhaj dan jalan hidup.

Mengakhiri syarahan ini, kami persembahkan sebuah pantun:

Demikian yang dapat kami sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan dan terimakasih atas segala perhatian.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

DOWNLOAD TEKS PERAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK GENERASI YANG QURANI


Lanjut baca:

10 Dayah Terpadu / Pesantren Modern Terbaik Di Aceh

7 Tips Belajar Fahmil Quran, Peserta MFQ Wajib Baca!

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy link
Powered by Social Snap